blogwalking..

Template by:
Free Blog Templates

Profil Listrik


apa kah Tg.pinang bisa meniru nya ?

Bisa Kontrol Penggunaan Listrik

Selasa, 2 Maret 2010 | 21:28 WITA

SAMARINDA – Sebanyak 1.300 pelanggan prabayar Perusahaan Listrik Negara (PLN) Samarinda telah menggunakan sistem voucher listrik dan KWH Meter Prabayar, sejak tahun lalu. Sebanyak 1.300 pelanggan yang sebagian besar berada kawasan perumahan ini sekaligus menjadi pilot project penggunaan teknologi baru PLN ini.

Menurut Max Tahapary, Manager PLN Cabang Samarinda, penggunaan voucher listrik belum disebarluaskan untuk seluruh pelanggan, karena investasi yang dibutuhkan cukup besar. PLN juga terus memperbaiki layanan KWH Meter Prabayar dan voucher listrik.

"Saat ini baru 1.300 pelanggan pre-paid yang menggunakan layanan tersebut. Dengan menggunakan voucher listrik, pelanggan tak perlu ragu atau curiga terjadi kesalahan pencatatan meter listrik," kata Max saat ditemui Tribun, Selasa (2/3).

Selain itu, pelanggan bisa mengatur dan mengontrol penggunaan listrik dalam sebulan. Dengan sistem voucher listrik, pelanggan juga tak perlu khawatir sambungan listrik akan diputus PLN, karena listrik secara otomatis akan padam bila voucher sudah habis. "Kalaupun ada kekhawatiran voucher habis di malam hari, sudah ada lampu warning sehingga pelanggan bisa segera menyiapkan voucher agar tak sempat padam," kata Max.

Hingga saat ini, respon dari pengguna layanan ini, kata Max, cukup positif. Namun, ada pula pelanggan yang mengeluhkan biaya yang mesti dikeluarkan lebih mahal. "Itu juga berarti penggunaan listrik di rumah pelanggan masih cukup tinggi. Tak jauh berbeda dengan voucher pulsa, cepat atau tidaknya penggunaan pulsa ditentukan pemakaian. Oleh karenanya, kalau mau penggunaannya murah, maka penggunaan listrik juga harus dihemat," kata Max.

Lokasi penjualan voucher listrik yang masih terbatas, kata Max juga masih dikeluhkan. Oleh karenanya, PLN akan mengembangkan lokasi penjualan voucher listrik agar pelanggan tak lagi kerepotan. "Untuk saat ini untuk penjualan coucher hanya di PLN saja. Tapi ke depan kami rancang penjualan voucher listrik bisa seperti voucher pulsa, sehingga bisa mudah diperoleh," ujarnya.

Sebelum mengembangkan penggunaan KWH Meter Prabayar dan voucher listrik bagi seluruh pelanggan di Samarinda, Kukar dan Kubar, pihaknya akan terlebih dahulu melihat perkembangan pilot project 1.300 rumah pelanggan. "Kami masih memikirkan service after sales. Jadi berbagai masukan kami tampung dan selesaikan yang paling mendasar. Setelah ada perbaikan, barulah kami sebarkan untuk pelanggan lainnya," paparnya.

Sekadar diketahui, penggunaan voucher listrik tak jauh berbeda dengan voucher pulsa. Pelanggan cukup memasukkan no token ke KWH Meter Prabayar dan secara otomatis listrik bisa digunakan. (may)

70.000 Daftar Tunggu

DAFTAR tunggu pemasangan baru PLN Samarinda masih cukup besar. Menurut Max Tahapary, Manager PLN Cabang Samarinda, daftar tunggu meliputi kawasan Samarinda, Tenggarong dan Kutai Barat mencapai sekitar 70.000 daftar tunggu. "Daftar tunggu memang masih cukup panjang. Kami belum bisa jor-joran untuk membuka layanan sambungan baru, karena belum semua pembangkit rampung dan terkoneksi," kata Max, Selasa (2/3).

Kendati demikian, Max optimis seluruh daftar tunggu akan tuntas di tahun 2013 mendatang. "Di tahun 2013 itu tak ada lagi bicara daftar tunggu. Masyarakat yang datang untuk menyambung listrik sudah bisa langsung karena saat itu kondisi daya juga sudah bagus," ujarnya.

Beberapa pembangkit yang bakal meningkatkan daya mampu di sistem mahakam yakni PLTU 2x100 MW di Teluk Balikpapan serta beberapa pembangkit lainnya.